Rabu, 15 Juni 2016

Tugas IBD tentang Puasa

PUASA

Puasa Ramadhan merupakan puasa yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan.  Menurut ajaran Islam puassa bulan Ramadhan dapat menghapus kesalahan atau terampuni dosa yang telah diperbuat selama ini. Namun harus dengan iman dan mengharapkan pahala dan ridho dari Allah SWT. Puasa pada bulan Ramadhan merupakan pelaksanaan dari Rukun Islam yang keempat yaitu berpuasa dibulan Ramadhan. Menurut ajaran Islam puasa pada bulan Ramadhan merupakan puasa yang wajib dilaksanakan. Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan maka seseorang tersebut akan berdosa sesuai dengan Firman Allah dalam Qur'an Surah Al-Baqarah 2:183 yaitu Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Puasa Ramadhan merupakan rutinitas ibadah yang tidak bisa ditinggalkan dalam setiap tahunnya karena hukumnya yang wajib.
 Puasa Ramadahan ialah puasa yang dilaksanakan dari mulai fajar hingga terbenam matahari. Pengertian puasa terbagi atas dua yaitu secara bahasa dan secara istilah. Pengertian puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan pengertian puasa menurut istilah adalah menahan diri dari segala perbuatan yang membatalkan puasa seperti makan, minum, muntah dengan sengaja, hubungan suami istri dan lain-lainnya. Di bulan Ramadhan inilah seluruh umat Islam diwajibkan berpuasa jika tidak mampu atau tidak kuat maka diharuskan untuk mengganti puasa tersebut pada hari-hari lain.

1. Hukum Puasa Ramadhan 
Seperti yang dijelaskan diatas bahwa puasa Ramadhan wajib dilakukan bagi setiap umat Muslim/Islam  didunia 

2. Syarat-Syarat Wajib Mengerjakan Puasa Ramadhan 
  • Beragama islam 
  • Baligh (telah mencapai umur dewasa) 
  • Berakal 
  • Sehat 
  • Tidak musafir
  • Berupaya untuk mengerjakannya
3. Yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa 
Terdapat beberapa orang yang diperbolehkan tidak berpuasa antara lain sebagai berikut
  • Orang keadaannya sedang sakit dan tidak diharapkan kesembuhannya lagi atau orang yang sakit, jika berpuasa malah akan menambah dan memperparah sakitnya. 
  • Orang tua yang sedang lemah
  • Wanita hamil dan sedang menyusui 
Akan tetapi wajib baginya untuk membayar fiqyah atau bahan makanan yang mengenyangkan seseorang dalam sehari, seperti dia yang sedang memakannya, sebanyak hari puasa yang dia tinggalkan. Sedangkan bagi yang sakit, namun dapat diharap kesembuhannya, orang bepergian jauh yang wajib dibayarkan kesembuhannya.

4. Yang Dilarang Puasa Ramadhan 
Ada yang diperbolehkan tidak berpuasa, ada juga yang dilarang berpuasa pada bulan ramadhan antara lain sebagai berikut... 
  • Orang kafir
  • Orang yang hilang akal 
  • Wanita yang sedang haid dan nifas
Puasa satu bulan penuh memiliki manfaat dan keutamaan
Manfaat puasa :

  ü  Menyehatkan sistem-sistem pencernaan, karna selama kita berpuasa organ-organ pencernaan akan beristirahat selama kurang lebih 12 jam. Dengan begitu organ pencernaan seperti kerongkongan, lambung serta usus bisa bekerja lebih baik dan maksimal ketika mulai mengkonsumsi makanan lagi
     ü  Puasa membantu menghilangkan racun-racun yang berbahaya dalam tubuh
     ü  Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup.
     ü  Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh
     ü  Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
     ü  Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya.
     ü  Memperlambat penuaan serta mencegah penyakit yang sering timbul pada usia lanjut dan kanker

Keutamaan puasa :

  v  Pengampunan dosa
  v  Dikabulkannya do’a dan pembebasan dari api neraka
  v  Bau mulut orang yang puasa lebih baik di sisi Allah daripada minyak misik
  v  Pahala orang berpuasa tidak terbatas
  v  Memasuk hambanya kedalam surga



Selasa, 07 Juni 2016

Tugas IBD tentang Fenomena Booming Korea/India dan Bagaimana Kita Menyikapinya ?

FENOMENA PERUBAHAN KEGEMARAN, BOOMING KOREA/INDIA DAN BAGAIMANA  CARA KITA MENYIKAPINYA ?

Korean Wave, siapa yang tak kenal dengan istilah ini? Hampir di seluruh Negara Asia mengalami fenomena Korean Wave atau yang lebih sering dikenal dengan Demam Korea. Negara-negara di Asia seperti Jepang, China, Taiwan, Hongkong, Thailand, Philiphina, Singapura, Malaysia, Indonesia dan lain-lain. Bahkan sekarang, Korean Wave juga sudah menyebar ke belahan bumi bagian barat seperti Amerika, LA, Paris, Eropa dan lain-lain.Demam Korea ini meliputi film, musik, fashion, budaya, bahasa dan lain-lain. Yang paling berpengaruh atau memiliki pengaruh besar yaitu musik.
Di Indonesia sendiri remajanya mengalami fenomena ini, Remajanya sama-sama tergila-gila dengan musik Negara Asia Timur tersebut. Terhitung dari tahun 2010 sampai tahun ini (2013) ada kurang-lebih 25 Boyband dan Girlband maupun penyanyi solo dari Negara Ginseng yang mengadakan konser di Indonesia. Antusiasme remaja Indonesia juga sangat tinggi, ditandai dengan jumlah tiket yang terjual, jumlahnya tidak main-main.
Korean Wave ini tentu membawa pengaruh pada pribadi peminatnya, terhadap musik, maupun Negara itu sendiri. Banyak pengaruh negatif maupun positif yang di dapat dari fenomena ini. Tahun 2012 adalah puncak dari fenomena ini. Dimana di Indonesia sendiri muncul beberapa Boyband dan Girlband a’la Boyband-Girlband Korea yang sempat memunculkan pro dan kontra tersendiri di Indonesia. Musisi di Indonesia sempat angkat bicara tentang masalah tersebut. Adanya Boyband-Girlband di Indonesia dinilai mengalahkan Band yang menjadi ciri khas musik di Indonesia.

India pun juga tak kalah booming setelah sukses tayang Mahabrata pada maret lalu, kini hampir semua stasiun televisi memiliki tayangan film seri india. Bintang - bintang film india pun jadi idola baru seperti salah satunya Shaheer Sheikh


 Bagaimana cara kita menyikapinya :
1.      Mencintai produk dalam negeri. Memakai pakaian, sepatu atau perlengkapan made in Indonesia
2.      Menanamkan dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila dengan sebaik – baiknya
3.      Lebih selektif terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia
4.       Menayangkan dan menyiarkan kebudayaan nasional melalui berbagai media
5.      Mengadakan seminar membahas kebudayaan daerah sebagai budaya nasional
6.      Pelestarian dan pewarisan daerah yang dapat mendorong persatuan dan kesatuan bangsa
7.      Lebih mempromosikan kebudayaan kesenian Indonesia agar masyarakat tertarik untuk ikut melestarikan kebudayaan Indonesia tersebut. Jangan sampai kebidayaan kita diakui oleh Negara lain.





Tugas IBD tentang Tonggak - Tonggak Berdirinya NKRI

Tonggak - Tonggak Berdirinya NKRI
Dalam setiap Negara pasti ada tonggak-tonggak  penting dalam pembentukan Negara tersebut, begitu pula dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki beberapa tonggak penting dalam pembentukannya yaitu : Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, dan Pancasila. Berikut saya akan perjelas sedikit tentang hal menjadi tonggak terbentuknya NKRI.

1. BUDI UTOMO
Budi Utomo adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat social, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.
Saat ini tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun,  para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu. Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para bangsawan dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, mantan Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

2.  SUMPAH PEMUDA
Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan". Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya.
Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda. Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.
Pertama:
·         Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
·         Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
·         Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

3. PROKLAMASI KEMERDEKAAN

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Pengibaran bendera pada 17 Agustus 1945.Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, berdasarkan tim PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).

Dikibarkannya bendera Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta BPUPKI Dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, dr. Radjiman adalah satu-satunya orang yang terlibat secara akif dalam kancah perjuangan berbangsa dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan BPUPKI. Manuvernya di saat memimpin Budi Utomo yang mengusulkan pembentukan milisi rakyat disetiap daerah di Indonesia (kesadaran memiliki tentara rakyat) dijawab Belanda dengan kompensasi membentuk Volksraad dan dr. Radjiman masuk di dalamnya sebagai wakil dari Boedi Utomo.

Pada sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945, ia mengajukan pertanyaan “apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?” Pertanyaan ini dijawab oleh Bung Karno dengan Pancasila. Jawaban dan uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia ini kemudian ditulis oleh Radjiman selaku ketua BPUPKI dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Terbongkarnya dokumen yang berada di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi ini menjadi temuan baru dalam sejarah Indonesia yang memaparkan kembali fakta bahwa Soekarno adalah Bapak Bangsa pencetus Pancasila.

Pada tanggal 9 Agustus 1945 ia membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Saigon dan Da Lat untuk menemui pimpinan tentara Jepang untuk Asia Timur Raya terkait dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki yang menyebabkan Jepang berencana menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, yang akan menciptakan kekosongan kekuasaan di Indonesia. tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Teks naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Adapun yang merumuskan proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia terdiri dari Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishijima, S. Miyoshi, Mohammad Hatta, Soekarno, dan Achmad Soebardjo.

Para pemuda yang berada di luar meminta supaya teks proklamasi bunyinya keras. Namun Jepang tak mengizinkan. Beberapa kata yang dituntut adalah "penyerahan", "dikasihkan", diserahkan", atau "merebut". Akhirnya yang dipilih adalah "pemindahan kekuasaan". Setelah dirumuskan dan dibacakan di rumah orang Jepang, isi proklamasi pun disiarkan di radio Jepang.
Berikut isi proklamasi tersebut:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - '05
Wakil2 bangsa Indonesia.


4. PANCASILA
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.